pencarian cepat

Rabu, 13 Februari 2013

Agar Foto Tetap Tajam di Situasi Minim Cahaya


Seringkali obyek menarik datang dalam situasi dimana kita harus memotret dalam kondisi minim cahaya dan kita tidak ingin (atau tidak bisa) menggunakan flash, padahal kita ingin menghasilkan foto yang tetap tajam. Obyek seperti view kota saat malam yang indah, konser musik di malam hari atau suasana pesta sayang dilewatkan begitu saja tanpa kamera beraksi. Berikut adalah tips untuk bisa tetap menghasilkan foto yang optimum:

  • Tripod atau monopod. Alat yang paling handal dan mudah adalah tripod atau monopod.
  • Jika tripod tidak tersedia, usahakan agar kamera tetap stabil dengan memanfaatkan lingkungan sekitar,  misalnya dengan menyandarkan badan ke tempok, menyandarkan kamera ke tangga dan lain-lain.
  • Usahakan untuk menggunakan aperture sebesar mungkin, jika lensa anda memiliki batas aperture terbesar f/2.8, pakailah aperture f/2.8
  • Jika dua trik diatas belum cukup, naikkan ISO kamera  hingga shutter speed kita mencapai minimal 1/60 (pada beberapa kamera generasi terbaru bisa menggunakan  setting ISO hingga diatas 1000 dan masih bisa menghasilkan foto yang rendah noise)
  • Saat menggunakan tips ke-4, sebaiknya aktifkan fitur High ISO Noise Reduction di kamera untuk mengurangi noise, atau pilihan kelima berikut lebih baik (dan lebih mahal) yakni:
  • Atau anda bisa melewati tips ke-5 dengan memakai software noise reduction untuk mengurangi noise pada tahap post production. Software semacam Noise Ninja, Imagenomic Noiseware atau Nik’s Dfine lumayan ampuh menjinakkan noise di hasil akhir foto kita. Jika anda menggunakan Lightroom 4 untuk mengatur koleksi foto, Lightroom memiliki fitur noise reduction yang sangat canggih.
  • Baca kembali aturan mengenai shutter speed yang optimum: jika anda memakai panjang focal Xmm, sebaiknya shutter speed anda diatas 1/X detik. Lebih detail baca disini.

Baca selengkapnya »

Memahami Shutter Speed



Secara definisi, shutter speed adalah rentang waktu saat shutter di kamera anda terbuka. Secara lebih mudah, shutter speed berarti waktu dimana sensor kita ‘melihat’ subyek yang akan kita foto. Gampangnya shutter speed adalah waktu antara kita memencet tombol shutter di kamera sampai tombol ini kembali ke posisi semula.
Supaya mudah, kita terjemahkan konsep ini dalam beberapa penggunaannya di kamera:


  • Setting shutter speed sebesar 500 dalam kamera anda berarti rentang waktu sebanyak 1/500 (seperlimaratus) detik. Ya, sesingkat dan sekilat itu. Sementara untuk waktu eksposur sebanyak 30 detik, anda akan melihat tulisan seperti ini: 30’’
  • Setting shutter speed di kamera anda biasanya dalam kelipatan 2, jadi kita akan melihat deretan seperti ini: 1/500, 1/250, 1/125, 1/60, 1/30 dst. Kini hampir semua kamera juga mengijinkan setting 1/3 stop, jadi kurang lebih pergerakan shutter speed yang lebih rapat; 1/500, 1/400, 1/320, 1/250, 1/200, 1/160 … dst.
  • Untuk menghasilkan foto yang tajam, gunakan shutter speed yang aman. Aturan aman dalam kebanyakan kondisi adalah setting shutter speed 1/60 atau lebih cepat, sehingga foto yang dihasilkan akan tajam dan aman dari hasil foto yang berbayang (blur/ tidak fokus). Kita bisa mengakali batas aman ini dengan tripod atau menggunakan fitur Image Stabilization (dibahas dalam posting mendatang)
  • Batas shutter speed yang aman lainnya adalah: shutter speed kita harus lebih besar dari panjang lensa kita. Jadi kalau kita memakai lensa 50mm, gunakan shutter minimal 1/60 detik. Jika kita memakai lensa 17mm, gunakan shutter speed 1/30 det.
  • Shutter speed untuk membekukan gerakan. Gunakan shutter speed setinggi mungkin yang bisa dicapai untuk membekukan gerakan. Semakin cepat obyek bergerak yang ingin kita bekukan dalam foto, akan semakin cepat shutter speed yang dibutuhkan. Untuk membekukan gerakan burung yang terbang misalnya, gunakan mode Shutter Priority dan set shutter speed di angka 1/1000 detik (idealnya ISO diset ke opsi auto) supaya hasilnya tajam. Kalau anda perhatikan, fotografer olahraga sangat mengidolakan mode S/Tv ini.
  • Blur yang disengaja – shutter speed untuk menunjukkan efek gerakan. Ketika memotret benda bergerak, kita bisa secara sengaja melambatkan shutter speed kita untuk menunjukkan efek pergerakan. Pastikan anda mengikutkan minimal satu obyek diam sebagai jangkar foto tersebut. Coba perhatikan foto dibawah:

Baca selengkapnya »

Orang ini Memotret Setiap Hari Selama 18 Tahun


Jamie Livingston bukanlah orang terkenal, dia adalah pemain sirkus sekaligus fotografer dan pembuat film yang berbasis di New York. Keistimewaan seorang Jamie? Dia memotret setiap hari menggunakan kamera polaroidnya selama 18 tahun.


Menggunakan sebuah kamera Polaroid SX-70, dia memotret sejak 31 Maret 1979 sampai hari dia meninggal tanggal 25 Oktober 1997 (Jamie meninggal karena tumor otak), setiap hari Jamie akan mengeluarkan kamera kesayangannya tersebut untuk mengambil foto. Foto-foto Jamie kebanyakan mengabadikan kehidupan sehari-hari yang dijalaninya, mirip dengan kita yang sering menggunakan handphone untuk memotret peristiwa sehari-hari.


Anda bisa membaca lebih jauh tentang orang berdedikasi luar biasa tersebut di wikipedia.

Setalah kematiannya, teman dekat Jamie, Hugh Crawdford men-scan dan mengupload foto-fotonya yang jumlahnya lebih dari 6000 tadi ke Picasa. Berikut beberapa karya Jamie, karya lebih lengkapnya bisa anda lihat disini.




refrensi_http://belajarfotografi.com/jamie-livingston-memotret-setiap-hari-selama-18-tahun/
Baca selengkapnya »

Tips cara cepat panggil istri


Seorang laki-laki muda tampak kebingungan di tengah sebuah pameran. Beberapa kali ia mondar-mandir dan celingukan tak ditemui apa yang dicari. Melihat kebingungan lelaki ini, satpam pun menghampiri dan menanyakan apa yang dicari.


Lelaki : ” Saya mencari istri Saya yang tadi bersama
Saya terus hilang di tengah pameran ini, Pak. ”

Satpam : ” Ciri-cirinya gimana, biar Saya bantu cari ?”

Lelaki : ” Terimakasih, kalau Anda bisa bantu Saya tolong carikan seorang wanita muda yang cantik untuk ngobrol dengan Saya. ”

Satpam : ” Lho kok, bukannya Anda cari istri Anda ?”

Lelaki : ” Iya karena itulah Saya minta seorang wanita muda, cantik untuk ngobrol dengan Saya sebab biasanya istri Saya akan muncul entah dari mana kalau melihat saya dekat wanita cantik”

Satpam : “???!?” Iya ya…huaaaahaaaahaaaaa :

sumber
Baca selengkapnya »

Indonesia vs Japan, I Love Indonesia


Dr bandara Soekarno Hatta, si Jepang naik taxi ke dalam kota. Kebetulan hari libur, jadi jalan tol lancar.

Tak lama, sebuah mobil Honda menyalip taxi. Melihat itu, si Jepang tersenyum ke supir sambil bilang, “Look. Honda, very fast! Made in Japan!” Si supir mengiyakan saja, berusaha paham kebanggaan si Jepang.


Kemudian, sebuah mobil Toyota menyalip si taxi. Kembali si Jepang tersenyum sambil bilang, “TOYOTA ! Very fast! Made in Japan!?” Si supir tetap mengiyakan saja.

Beberapa detik kemudian, sebuah mobil Mitsubishi menyalip taxi. Si Jepang tersenyum makin lebar “MITSUBISHI ! Very fast! Made in Japan! Apa yg Indonesia bisa bikin?”

Si supir mulai dongkol, tapi tetap berusaha sabar gak menanggapi provokasi.

Sampai di hotel, si Jepang kaget dengan argo taxinya, “Hah? Dari bandara ke sini bisa Rp 800.000?”

Si supir tersenyum, bilang, “ARGOMETER ! Made in Indonesia. Very Fast !”

sumber
Baca selengkapnya »

kenapah aku tidak boleh mengupil di depan orang



Kepanasan dalam volkswagen ayahnya, Wendell kecil sedang duduk berkhayal di kursi belakang mobil yang melintas di jalan raya ketika tiba-tiba pertanyaan beruntun muncul di benaknya. Mengapa jalan raya berisik sekali? Dari mana asal bunyinya? Itu kan hanya udara yang tak bergerak, yang bergerak kan mobilnya. Lalu, mulut kecilnya bergerak, mengeluarkan kata yang terdengar seperti teror bagi orang tua, “Mengapa?”

Wendell kecil hanyalah satu dari sekian juta anak di dunia yang selalu ‘merepotkan’ orangtua dan orang dewasa lainnya dengan aneka pertanyaan. Faktanya, anak-anak memang senang bertanya. Bagi sekumpulan manusia yang masih berusia satu digit, dunia adalah papan kosong penuh keajaiban. Segala hal yang menurut orang dewasa remeh dan tidak penting adalah misteri yang sangat menarik dan mengagumkan bagi mereka.

Si kecil Wendell akhirnya tumbuh besar menjadi jurnalis dan ayah dengan dua anak. Ketika Dean, anaknya yang tertua, mulai mengajukan pertanyaan-pertanyaannya, Wendell menemukan arti teror dari kata “Mengapa”. Berbekal niat untuk memberikan jawaban paling tepat bagi Dean, Wendell berkeliling dunia, mengumpulkan berbagai pertanyaan dari anak-anak dan mengajukannya kepada ahlinya. Temukan rupa-rupa pertanyaan dan jawaban yang menyertai Wendell dalam usahanya memecahkan misteri-misteri terbesar dalam kehidupan anak-anak.

Baca selengkapnya »

Membuat Aplikasi Rental Dengan Java Dan MYSQL



Java merupakan program yang berbasis OOP (Object Oriented Programming) terpopuler saat ini. Literatur-literatur java yang beredar masih sulit dan belum mampu menghasilkan aplikasi yang bertaraf aplikasi bisnis, dan para penulis pada umumnya adalah kalangan akademisi yang tidak bekerja secara langsung dalam pengembangan program, sedangkan pembahasan di sini dikembangkan berdasarkan konsep dan pengalaman sebagai praktisi bertahun-tahun.


Buku yang Anda pegang ini memiliki kelebihan yang tidak dimiliki buku lain pada umumnya, antara lain teknik pengembangan program yang dimulai dari tahap pengamatan data, analisis, sampai perancangan, yang meliputi konsep penggambaran kasus dengan UML, normalisasi, dan penulisan program secara OOP.

Dengan teknik ini, sangat cocok dijadikan sebagai panduan utama dalam membuat Tugas Akhir (TA) dan Skripsi, juga Tesis. Bagi mahasiswa, yang masih pemula dalam Java maupun sudah mahir, bisa memakai skrip yang kami sertakan dalam bonus CD untuk referensi belajar dan untuk penunjang skripsi dan tugas akhirnya. Anda hanya tinggal membuka, mengedit, dan jadilah judul baru dalam program skripsi yang sedang Anda garap. Selamat belajar!

Pembahasan dalam buku mencakup:
- Dasar Pemrograman OOP
- Membuat Program dari Editor NetBeans dan Gel
- Menguasai Layout Manager
- Akses Database dengan JDBC
- Merancang Database untuk Aplikasi Rental
- Membuat Program Aplikasi Rental
- Membuat Laporan dengan JasperReports
Baca selengkapnya »
abu rizal ababil. Diberdayakan oleh Blogger.

Copyright © ABU RIZAL blog 2010

Abu Rizal Blog